Jangan Coba-coba Nitip Penyelenggara Pemilu

0

Kabarlombok.com – Gerung. Perekrutan penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan dan desa di Kabupaten Lombok Barat harus mengikuti aturan dan prosedur yang sudah ditentukan KPU

sehingga jangan coba-coba untuk melakukan titipan maupun tekanan terhadap KPU.

Penegasan itu disampaikan Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Lombok Barat, Kamis (26/10). Menurutnya, KPU Lobar telah memberikan ruang bagi warga Lobar untuk menjadi penyelenggara baik di tingkat kecamatan (PPK) maupun desa (PPS) bagi yang memenuhi persyaratan.

“Jangan percaya terhadap orang yang yang bisa meluluskan. Kalau mau jadi PPK atau PPS modalnya kompetensi dan rekam jejak yang baik,” ujarnya.

Diakui Suhardi, memang banyak yang mencoba melalukan lobi-lobi untuk dapat dimudahkan menjadi penyelenggara, namun dengan tegas disarankan untuk percaya pada kemampuannya masing-masing.

“Kalau ada yang berusaha untuk nitip, itu salah alamat karena itu bukan barang,” tegasnya.
“Kalau awalnya proses kurang baik, maka outputnya pasti tidak baik. Kita hindari proses-proses seperti itu. Karena negara sudah cukup lama carut marut demokrasi. Jangan sampai terjebak diprosedural ini. Untuk percaya pada proses pemilu harus mulai percaya pada proses rekrutmen penyelenggara pemilu jangan sampai awal awal sudah ada istilah titip menitip,” urainya.
Tidak hanya melalui seleksi tes, KPU juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memberi masukan terhadap calon PPk dan PPS, tapi harus disertai dengan dokumen pendukung agar KPU tidak menzolimi orang.

Seperti dalam pengumuman KPU Lobar, terdapat 321 orang pelamar yang merebutkan 50 posisi PPK dan 1074 orang pelamar untuk merebutkan 366 anggota PPS dalam pemilu serentak 2018 mendatang, yang rencananya akan dilakukan seleksi tes tertulis pada 28 dan 30 Oktober 2017. (ko)

LEAVE A REPLY