Imigrasi Kelas I Mataram Amankan Empat WNA Terkait Penyalahgunaan Ijin Tinggal

0

Foto : Dudi Iskandar (dua dari kiri) bersama  jajaran saat memberikan keterangan pers Jumat (18/5)

 

Kabarlombok.com – Mataram
Kantor Imigrasi Kelas I Mataram telah melakukan Operasi Pengawasan Keimigrasian Rutin dan Serentak di seluruh Wilayah Indonesia tahun 2018 dengan kata sandi “KERJA” dimulai sejak tanggal 11 s/d 18 Mei 2018. Bersama Anggota Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) yang telah dikukuhkan melibatkan unsur dari Kepolisian Daerah NTB, Kantor Wilayah Hukum dan Hak Asasi Manusia NTB, Badan Intelijen Strategis, Badan Intelijen Daerah, unsur pemda hingga melibatkan anggota tingkat kecamatan dan desa. Operasi Gabungan ini dilaksanakan diwilayah Kabupaten Lombok Barat dan wilayah Kota Mataram.

“Dari hasil Operasi Gabungan petugas telah mengamankan satu orang Warga Negara Malaysia berinisial MR di wilayah kota Mataram. Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan diduga overstay lebih dari 60 (Enampuluh) hari sebagaimana dimaksud dalam pasal 78 ayat 3 diduga menguasai dokumen perjalanan berupa paspor indonesia dan diduga kuat berprofesi sebagai perekrut TKI alias tekong, sebagaimana dimaksud dalam pasal 130 undang undang no 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.” beber kepala kantor Imigrasi Kelas I Mataram Dudi Iskandar di Mataram Jumat (18/5).

Dudi mengatakan saat ini MR masih diamankan diruang Detensi Kantor Migrasi Kelas I Mataram untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut barang bukti yang diamankan :
1. Satu buah HP merek Samsung
2. Lima buah paspor WNI
3. Tiga buah paspor Warga Negara Malaysia
4. Dua buah KTP
5. Dua buah kutipan Akta Nikah
6. Dan dokumen kependudukan lainnya ( Kartu Keluarga dan KTP).

Sementara itu Dari hasil Operasi Gabungan yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 16 Mei 2018 diwilayah Lombok Barat telah diamankan tiga buah paspor warga negara asing yang diduga menyalah gunakan izin tinggal dengan inisial KC dan IK warga negara Yunani, dan seorang warga Belgia ED -VI

Dudi mengapresiasi anggota tim PORA atas sinergisitasnya yang telah mewujudkan Pengawasan Orang Asing terkoordinasi terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing sesuai dengan amanat undang undang nomor 6 tahun 2011 pasal 69 tentang keimigrasian.

Keberhasilan operasi ini juga kata dia tidak luput dari partisipasi aktif masyarakat sekitar yang memberikan informasi terkait mengenai keberadaan warga negara asing WNA tersebut. Sehingga pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing dapat terlaksana dengan baik.

Hingga saat ini Kantor Imigrasi Kelas I Mataram telah melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian terhadap WNA sebanyak 20(Duapuluh) orang serta 1 kasus projustitia.

“Kami berharap kedepan dapat melakukan tugas dan tanggung jawab lebih optimal terkait orang asing dalam rangka menjaga tegaknya kedaulatan negara.” imbuh Dudi.(bn)

LEAVE A REPLY