Idrus Marham : ” Golkar Butuh Kader yang Loyal, Bukan Pengkhianat!”

0

Kabarlombok.com, MATARAM – Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham Sabtu (14/4) menyempatkan diri bersilaturrahmi dengan ketua dan pengurus DPD Partai Golkar NTB di Mataram sekaligus memberi arahan tentang penegakan aturan partai. Hal ini kata dia untuk mewanti-wanti kader yang mencoba melawan keputusan partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Atas nama Sekjen DPP Partai Golkar saya meminta kepada DPD Golkar NTB agar menegakkan aturan partai kita, Jangan hanya karena ada kader yang keinginannya tidak terpenuhi kemudian mendegradasi kebijakan-kebijakan partai,” katanya.

Partai Golkar adalah partai yang Demokratis, menurutnya seluruh kader bebas berwacana bebas mencalonkan diri dan bebas mengusulkan apa saja. Tetapi apabila keputusan sudah di ambil termasuk keputusan saat menentukan pasangan calon maka hanya satu kata perjuangankan untuk kemenangan.

Bukan hanya itu, ia juga meminta DPD menertibkan pengurus dan kader yang tidak melaksanakan kebijakan partai. Siapa pun itu harus di tertibkan ujarnya.

“Kekuatan kita ada pada sistem, kalau itu tidak dipenuhi, saya kira susah kita mencapai target partai,” ungkap menteri sosial ini.

Ia menyebutkan, Golkar butuh kader-kader militan, loyal, disiplin dan taat azaz. Golkar ingin kader-kader yang betul-betul berkarakter, konsisten pada kebijakan, kader-kader yang menjadi contoh teladan masyarakat, bukan orang-orang yang berkhianat.

“Pengurus yang tidak memperhatikan kebijakan partai harus dikembalikan kepada sistem. Sistem ini yang akan memutuskan sanksi bagi kader yang melawan,” ungkapnya.

Sementara itu ketua DPD Golkar NTB Moh Suhaili FT mengatakan sampai saat ini kader-kader Golkar NTB tidak ada yang tidak loyal terhadap keputusan partai.

“Insya Allah saya yakin kader-kader Golkar adalah kader  militan, kader-kader yang bertanggung jawab dan loyal terhadap partainya,  kalaupun ada yang mbalelo tetap kita ingatkan,” kata calon gubernur nomor urut satu ini.

Menurutnya jika suatu organisasi sudah dibangun susah payah kemudian ada kader yang tidak bernaung dan tidak menjadikannya sebagai wadah perjuangan meraih harapan, dambaan,  cita-cita dan keinginan dalam berorganisasi itu artinya tidak taat marwah dan aturan dan bukan kader yang bertanggung jawab.

“Apa yang kita lakukan ini bukan semata-mata karena personal tetapi ingat ini adalah untuk kepentingan partai yang lebih luas.” tutupnya. (bn)

LEAVE A REPLY