Husni Thamrin : Kepemimpinan TGB, Pertumbuhan Ekonomi NTB lebih Tinggi dari Nasional Bukan HOAX

0
TGB bersama M. Husni Thamrin

Mataram, Pertumbuhan ekonomi Nusatenggara Barat (NTB) merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain. Bahkan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Ini bukan hoax. Tuan Guru Bajang Zainul Majdi nyatanya mendapat penghargaan dari Presiden Jokowi atas prestasi tersebut.

Pada 2016 Provinsi NTB pertumbuhan ekonomi NTB merupakan yang tertinggi di Indonesa yakni sebesar 9,9 persen jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 4,9 persen.

Tuan Guru Bajang yang memiliki latar belakang agama yang kuat selain memiliki visi yang kuat dalam membangun NTB. Ia adalah pimpinan Nadhatul Wathan (NW), organisasi keagamaan terbesar di Nusa Tenggara Barat. Gubernur yang lulusan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, ini adalah satu diantara sedikit gubernur yang memiliki kemampuan hafiz Al Quran. Sangat religius.

Tuan Guru Bajang juga memiliki wawasan nasionalis, wawasan kebangsaan yang sangat kuat. Penghinapan yang ia peroleh di Singapore dengan makian Tiko, ia maafkan. Gejolak yang muncul terutama di NTB akibat peristiwa tersebut ia maafkan. Semata demi menjaga pluralisme dan semangat kebangsaan. TGB menyempatkan mengunjungi sebuah sebuah sekolah yang mayoritas muridnya berasal dari warga keturunan Tionghoa, untuk menjelaskan peristiwa tersebut, dan menghilangkan rasa ketakutan yang muncul akibat peristiwa itu.

Lalu apa kaitan antara berbagai latar belakang tersebut dengan penyelenggaraan Rakernas 2017 Partai Demokrat dengan memilih tempat di Mataram, Lombok NTB?

Keberhasilan pembangunan ekonomi NTB, dalam skala kecil di tingkat lokal, selama 2 periode kepemimpinan TGB mengingatkan tentang keberhasilan Presiden SBY selama 2 periode menjabat sebagai presiden. Mengangkat pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mengangkat kewibawaan Indonesia di mata dunia international. Selama 10 tahun memerintah SBY juga mampu menjaga pluralisme dan wawasan kebangsaan dengan baik. Demokrasi yang masih berumur pendek  mampu bertahan dengan baik.

“Kepemimpinan, kemampuan membangun ekonomi dan nasionalisme religius adalah beberapa hal yang mempertemukan SBY dan TGB. Mungkin ini yang menjadi latar belakang Mataram terpilih sebagai tempat Rakernas Partai Demokrat 2017,” ujar Muhammad Husni Thamrin Pengurus DPP Partai Demokrat.

Rakernas Partai Demokrat diharapkan mampu menyusun sebuah program partai kedepan yang tidak hanya memberikan penguatan internal, tetapi juga memberikan solusi dan menjadi contoh bagi sebuah model pembangunan ekonomi, sosial ataupun mempertahankan wawasan kebangsaan, pluralisme dan nasionalisme Indonesia yang beradab dan adil.

Seperti slogan Partai Demokrat, bersama rakyat memberi solusi. Artinya program program kerja Partai Demokrat kedepan haruslah mencerminkan kepentingan rakyat, untuk rakyat sebagai konstituen partai, dan memberi solusi bagi pembangunan nasional secara umum. (ko)

LEAVE A REPLY