Gubernur NTB Sampaikan Permintaan Maaf Atas “Beras Berkutu” Dinas Sosial

0

MATARAM, – Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) NTB, Fitri Nugraha Ningsih didampingi suami dan relawan Pertuni, Selasa sore (14/4) menemui Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah di Pendopo Gubernur.

Fitri menyampaikan kronologis bantuan dan keluhan anggota Pertuni NTB terkait bantuan Sembako dari Dinas Sosial NTB terkait beras yang kurang layak dan mie instant yang hampir expired.

Ia memaparkan, bantuan yang diterima Pertuni NTB merupakan bantuan Dinas Sosial untuk mendukung program Pertuni Peduli Covid-19. Dari konten-konten media sosial Pertuni NTB kemudian pihak Dinas Sosial menghubungi dan ingin berkontribusi dengan membantu paket Sembako.

Namun belakangan, sejumlah penerima paket Sembako mengeluhkan kondisi bantuan.

Ia menyampaikan, Dinas Sosial NTB sudah berupaya mengganti bantuan Sembako tersebut.

“Kami sampaikan apa adanya, kami mengapresiasi pak Gubernur yang sudah bersedia menerima kami,” kata Fitri.

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah mengatakan, pihak Dinas Sosial NTB sudah melaporkan masalah tersebut dan sudah ditangani dengan baik.

Bang Zul menjelaskan, bantuan untuk Pertuni NTB itu bukan bantuan JPS Gemilang. Sebab JPS Gemilang baru akan dibagikan pada Kamis 16 April mendatang.

“Bantuan ini bukan JPS Gemilang. Tapi murni karena kegigihan ibu Ketua Pertuni NTB yang memikirkan nasib anggotanya yang semakin hari semakin sulit bekerja karena wabah Corona,” katanya.

Terkait kondisi bantuan Dinas Sosial Provinsi NTB sudah mengingatkan bahwa kondisi dan kualitasnya sudah kurang baik.

Gubernur Zul menyampaikan, masalah ini mungkin disebabkan petugas Dinas Sosial yang lelah dan sibuk melakukan pendataan untuk Program JPS Gemilang. Hal ini menyebabkan para petugas tidak sempat menemani Pertuni untuk mengambil bantuan.

Sehingga 40 paket bantuan tersebut akhirnya diambil dan dibagikan. Ternyata seperti yang diberitakan ada yang mengeluhkan karena kurang baik dan kurang layak.

“Ibu Ketua (Pertuni) menyampaikan bahwa bukan beliau yang mengeluhkan persoalan bantuan tapi yang menerimanya. Saya sebagai Gubernur sudah minta maaf kepada beliau dan para anggotanya atas nama Dinas Sosial,” katanya.

Menurut Gubernur Zul, hal ini menjadi masukan yang sangat baik dan berharga agar jajaran Pemprov NTB bisa lebih berhati-hati dan teliti dalam mendistribusikan bantuan ke masyarakat.

“Ke depan harus dilihat kualitas dan waktunya sehingga masyarakat menerima bantuan yang benar-benar baik, secara kuantitas dan juga kualitasnya,” katanya.

Gubernur Zul menekankan, Pemprov NTB tetap memprioritaskan masyarakat penyandang disabilitas termasuk anggota Pertuni di NTB. Apalagi kesetaraan dan kesamaan hak-hak mereka juga dilingungi dalam amanat Undang-undang.

“Tidak hanya ada JPS Gemilang ini, tapi setiap saat memang saudara-saudara kita yang berkelebihan khusus ini harus diprioritaskan,” tukasnya.

Gubernur juga mengajak Ketua dan para anggota Pertuni NTB untuk bersama-sama bahu-membahu membantu pemerintah terutama dalam melewati masa pandemi Covid-19 ini.

“Ada semangat dan optimisme dari Pertuni yang juga harus ditularkan ke masyarakat lain. Saya rasa hanya dengan semangat bersama-sama dan melibatkan semua pihak, maka masa pandemi ini bisa kita lalui dengan baik,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY