Gubernur NTB: Ramadhan Tahun Ini, Islamic Center Hadirkan Nuansa Berbeda

0

kabarlombok.com
Salah satu upaya yang menjadi titik tekan Pemerintah Provinsi NTB dalam hal implementasi branding halal torism (wisata halal) adalah bagaimana halal tourism tersebut bisa memberi pengalaman spiritual bagi para pelancong yang berwisata di Lombok yang identik dengan sebutan Bumi Seribu Mesjid.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTB Dr. HM. Zainul majdi yang dilansir dari laman Humas Pemprov NTB, kamis (04/05/2017).

Sehingga, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengadakan kegiatan bertajuk pesona khazanah ramadhan yang dipusatkan di komplek Islamic Center Masjid Hubbul Wathon Mataram.

Gubernur muda ini juga akan mengundang empat iman besar dari negara timur tengah, yaitu Suriah, Libanon, Maroko, dan Mesir, imam besar ini nantinya yang akan didaulat menjadi imam di masjid Hubbul Wathon (Islamic Center) masing-masing satu minggu selama ramadhan.

Menurutnya, hal ini akan menghadirkan suasana yang berbeda, wisatawan dapat merasakan seribu nikmat seperti orang yang tarawih di Masjidil Haram dan Nabawi dan yang tak kalah penting adalah kembali pada intinya yakni untuk membersihkan jiwa.

Pada sisi konvensional pihaknya telah melakukan upaya-upaya untuk membuat para wisatawan merasa lebih nyaman, dengan mensertifikasi hotel dan restoran, termsuk produk konsumtif berupa makanan dan minuman bersertifikasi halal yang difasilitasi pemda.

Kemudian, pramuwisata dibekali wawasan ke-Islam-an yang utuh, juga memperbanyak para pramuwisata yang fasih berbahasa arab dan bahasa asing lainnya.

“Destinasi kita benahi agar turis muslim lebih nyaman. Kalau kita selama ini sudah lakukan langkah itu maka tidak boleh berhenti di situ, harus ada upaya kreatif harus,” ungkap Gubernur pada Acara Rembuk Republik yang dilaksanakan di Balairung Susilo Sudarman Gedung Sapta Jakarta.

Acara yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Muhammad Faozal, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi, Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata mancanegara, I Gede Pitana, dan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata halal, Sofyan Riyanto.

Wabil khusus Gubernur alumni Universitas Al-azhar Kairo ini berharap dengan kegiatan tersebut seluruh aktivitas ekonomi di NTB khususnya Kota Mataram dapat digerakkan.

“Dengan adanya Pesona Khazanah Ramadhan, kegiatan ekonomi yang selama ini identik low season pada industri hotel misalnya. Kita coba mengubahnya. Kalau di tanah suci biasanya disebut peak season saat ramadhan” pungkasnya di hadapan peserta acara.

LEAVE A REPLY