Gubernur dan DPR-D NTB, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sudah Final

0

 

Mataram kabarlombok.com : Mereka yang tergabung dalam Aliansi Pembela Pahlawan dan Negara NTB itu meminta agar DPRD NTB menyetujui rekomendasi perubahan Nama BIL menjadi ZAM paling lambat 3 Februari 2020 atau dalam waktu yang sesingkat–singkatnya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Dalam orasinya mereka meminta DPRD menyetujui agar agenda ini menjadi prioritas utama DPRD untuk dibahas dan ditetapkan diatas agenda yang lain.

Massa aksi juga meminta gubernur dan wakil gubernur NTB secara bersama–sama membangun komunikasi dengan Menteri Perhubungan RI dan Angkasa Pura agar dalam melaksanakan surat keputusan tersebut Nomor 14 21 tahun 2018 tentang perubahan nama bandara menjadi ZAM harus sesuai dengan prosedur dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami juga meminta gubernur dan wakil gubernur NTB berkomitmen untuk segera melaksanakan perintah surat keputusan Menteri Perhubungan Nomor 1421 tahun 2018 tentang perubahan nama bandara internasional menjadi Zam rekomendasi DPRD NTB,” katanya. Koordinator demo Budi Satriady mengatakan

, semua proses pelaksanaan perintah surat keputusan Menhub RI tersebut agar tetap memperhatikan dan mengedepankan asas kemaslahatan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat NTB.

Yel yel demo yang berteriak BIZAM, BIZAM semakin tersulut, manakala tenggat waktu yang minta bertemu petinggi DPRD semakin dekat dengan shalat jumat. Untunglah akhirnya  Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Kapolda NTB, Irjen Pol Tomsi Tohir dan Wakil Ketua DPRD NTB yakni H Mori Hanafi akhirnya menemui massa aksi, dengan meninggalkan rapat paripurna. Gubernur dalam pidatonya menjelaskan bahwa sebenarnya dari dulu pergantian nama bandara tidak ada masalah.

“Dari dulu sampai hari ini, keputusan sepakat pemerintah pusat sudah berubah menjadi Bandara Internasional ZAM seperti yang kita do’a kan selama ini. Jadi tidak benar kalau ada di medsos ada yang ditunda ini itunya. Kita hidup di zaman berbeda (IT), karena apa yang terjadi di daerah juga diketahui oleh pusat,” kata Gubernur NTB Menjelaskan bahwa masih ada hal yang belum utuh yaitu soal eksekusinya maka DPRD harus memberikan persetujuan. Meski demikian, gubernur meminta kepada masyarakat tetap tenang dalam persoalan ini.

Mori Hanafi juga memaparkan bahwa pihaknya juga turut bersyukur karena surat dari Gubernur yang dilayangkan kepada DPR sudah dibacakan dalam rapat paripurna hari ini. ”Kami DPR akan memprioritaskan perubahan nama bandara satu minggu kedepan. Insya Allah, tidak lama lagi kita paripurnakan persetujuan nama bandara ini,” pungkasnya. Usai kedua tokoh menyampaikan informasi tersebut, koodinator demo meminta  Ketua DPRD NTB dan Gubernur untuk menandatangani kesepakatan penetapan BIZAM

LEAVE A REPLY