FMN Lotim Soroti Beberapa Persoalan di Lombok Timur

0

kabarlombok.com – Lombok Timur

Momentum HUT ke 14 FMN (Front Mahasiswa Nasional) di Lombok Timur, dilakukan dengan menggelar aksi di simpang 4 jalan TGKH. M Zainuddin Abdul Majid, Selong, Kamis (18/5).

Dalam orasinya, mereka mereka menyoroti berbagai hal terkait beberapa persoalan yang terjadi di Kabupaten Lotim. Antara lain, masalah pendidikan dan kriminalisasi perusahaan terhadap para petani.

“Tingginya angka perampasan dan monopoli tanah kaum tani di berapa titik di Lombok timur seperti di Sambelia, sembalun, Jurang koak, dan Jerowaru, telah memerosotkan kehidupan rakyat terutama kaum tani itu sendiri” kata Koorlap Aksi Samboza Suhairi.

Di bidang pendidikan, ia menuding rezim Jokowi-JK tidak jauh berbeda dengan rezim sebelumnya yang tidak pernah menunjukkan i’tikad baik untuk mengatasi problematika dalam dunia pendidikan Indonesia sehingga dampaknya pun sampai ke Daerah-daerah lainnya seperti di Lombok Timur.

“kini bebrapa perguruan tinggi di Lombok Timur menaikkan biaya pendidikan dengan sangat Bar-Bar” lanjutnya.

Sehingga FMN, tambahnya, menuntut pemerintah untuk mencabut UU Pendidikan tinggi No.12 tahun 2012 dan melaksanakan wajib belajar 12 tahun.

Pihaknya juga meminta agar seluruh kampus-kampus yang ada diberikan kebebasan berserikat, berekspresi, dan berpendapat di dalam kampus.

Selain itu, ia juga menuntut agar pemerintah segera mengusir PT. SADANA ARIF NUSA dari tanah kaum tani Sambelia dan PT. SKE dari Sembalun.

LEAVE A REPLY