Dukungan Masyarakat Bima Dompu Terhadap Mori hanya Isapan Jempol

0

 

Kabarlombok.com

MATARAM. Isu yang berkembang bahwa masyarakat Bima dan Dompu hanya mendukung satu calon wakil gubernur NTB dalam pilkada NTB 2018 yakni Mori Hanafi yang dilontarkan oleh H. Arsyad Gani yang mengatasnamakan masyarakat Bima-dompu dibantah oleh tokoh masyarakat Bima-Dompu di Mataram Ir. H. Jaidun Nurdin.

Menurut Ir. H. Jaidun Nurdin, warga Bima Dompu yang tinggal di Kota Mataram sangat menyesalkan pernyataan yang disampaikan H. Arsyad Gani di Koran Lombok Post hari selasa (23/5) lalu. Pernyataan jika Mori Hanafi terpilih sebagai cawagub lantas kandidat lain harus mundur itu merupakan pernyataan yang sangat tendensius dan bentuk kepanikan semata.

Lagipula dalam kapasitasnya sebagai apa H. Arsyad Gani mengklaim demikian? Jangan karena faktor kepentingan pribadi atau sekelompok orang saja lantas bisa seenaknya membawa membawa nama masyarakat Bima-Dompu, ini berbahaya dan berpotensi memecah belah kebersamaan masyarakat Bima Dompu di NTB. Apalagi Arsyad Gani tidak dalam kapasitas sebagai Ketua ataupun Pengurus RKBD (Rukun Keluarga Bima Dompu), tidak benar jika dia membawa-bawa nama Rukun Keluarga Bima Dompu (RKBD), ujar Jaidun Nurdin.

Lebih lanjut dikatakannya, pernyataannya tersebut patut dipertanyakan dan mendapat klarifikasi dari yang bersangkutan. Jika tidak maka hal tersebut berpotensi memecah belah kebersamaan warga Bima Dompu di NTB dan di luar NTB.

Kami sebagai warga Bima Dompu yang bermukim di Kota Mataram tidak membenarkan pernyataan sepihak H. Arsyad Gani yang hanya memberikan dukungan kepada satu kandidat atas nama Mori Hanafi. Soal cagub dan cawagub asal Bima Dompu biarkan bergulir seperti air mengalir, pada saatnya nanti tentu dengan sendirinya akan muncul kandidat yang terbaik yang layak dan pantas untuk didukung bersama, jelasnya.

H. Jaidun Nurdin juga menilai bahwa pernyataan tersebut terlalu dini dan hanya bersifat pribadi dari sekelompok kecil orang yang mengatasnamakan masyarakat Bima Dompu. Mendukung calon pemimpin harus dilihat kriteria ahlak dan moralitasnya lebih dulu, tidak boleh dilakukan semata- mata karena faktor kepentingan atau suka tidak suka oleh sekelompok kecil orang. Saya sendiri tidak kenal dengan Mori Hanafi, masak saya harus dukung orang yang belum saya kenal, ndak benar itu. Arsyad Gani harus meralat pernyataan tersebut, tegasnya.

H. Jaidun berharap dalam Pilgub NTB 2018 yang merupakan perhelatan pesta demokrasi masyarakat NTB tidak boleh ada pihak-pihak yang mencederai nilai-nilai demokrasi seperti ada pihak yg mengatas namakan masyarakat Bima Dompu untuk memberikan dukungan hanya kepada satu kandidat calon baik calon gubernur maupun calan wakil gubernur. (ko)

LEAVE A REPLY