Dr Zul, Sosok di Balik Keberhasilan Hidayat Nurwahid Jadi Ketua MPR RI 2014

0

 

Kabarlombok.com *Mataram*

Dr Zulkieflimansyah yang akrab disapa Dr Zul, memang dikenal sebagai sosok yang sering menentukan walaupun sering berada di balik layar. Ternyata kiprah di balik layarnya bukan hanya di NTB tapi juga di berbagai peristiwa politik nasional.

Hal ini diungkap Dr. HM. Hidayat Nur Wahid MA yang mengomentari kiprah Dr Zul di kancah politik Nasional, ketika menjadi pembicara pada acara Dialog Kebangsaan dengan 1000 Tokoh, di DPW PKS NTB, Sabtu (2/6) kemarin.

Dr Hidayat—demikian tokoh PKS ini dipanggil bercerita bahwa sosok Dr Zul lah yang berhasil dengan lobbynya memuluskan dirinya menjadi Ketua MPR 2004-2009. Perebutan Ketua MPR 2004-2009 merupakan perebutan yang sangat dramatis karena kubu Koalisi Kerakyatan yang mendudukkan Dr Hidayat Nurwahid sebagai Ketua MPR hanya unggul 2 suara dari Koalisi Kebangsaan yang dimotori PDIP dan Golkar.

“Dr Zul adalah sosok yang telah menjadikan sesuatu yang awalnya tidak mungkin itu menjadi mungkin dan berhasil,” tandas Dr Hidayat Nurwahid saat menghadiri acara di DPW PKS NTB, kemarin.

Dr Hidayat melanjutkan ceritanya, di atas kertas Koalisi Kebangsaan akan unggul mudah karena jumlah anggota DPR yang lebih besar. Tapi MPR bukan hanya DPR dan DPD.

“Nah, yang ditugaskan untuk melobby DPD oleh Koalisi Kerakyatan adalah Dr Zul. Dr Zul diminta khusus melobby Ibu Moeryati Soebidyo Anggota Dpd yang memiliki banyak pengikut dan pendukung di DPD. Jadi posisi Bu Moeryati ini sangat menentukan pendulum kemenangan. Dalam 1 x 24 jam dengan lobby yang piawai akhirnya Ibu Moeryati Soedibyo berhasil bergabung dengan kubu kami dan akhirnya saya yang jadi Ketua MPR 2004-2009,” kenangnya.

Karena itu Dr. Hidayat Nurwahid meyakini bahwa Dr Zul menjadi Gubernur NTB. Ia memuji pengalaman politik Dr. Zul di tingkat nasional dan internasional sudah lebih dari cukup. Jaringan dan koleganya banyak. Dr Hidayat optimis jika NTB di bawah kepemimpinan Dr Zul akan terus maju dan sejahtera. (TM)

LEAVE A REPLY