DPR-D : Nama Bandara tugas Ekskutif. Demo ASN salah alamat.

0

Ketua DPR-D Provinsi NTB Isvi Rupaeda Menjelaskan bahwa Nama Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menjadi adalah wewenang dari Ekskutif. Isvie menegaskan hal itu dalam dengar pendapat bersama Kelompok masyarakat lintas agama, mandalika institute dan gabungan element NW yang datang menyampaikan aspirasinya untuk mendukung pemerintah menetap nama bandara Bizam.
Tidak ada hubunganya dengan DPR-D, kalau ekskutif (Gubernur mau menetapkan nama bandara sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat) silahkan saja ungkap isvie. Pernyataan tentang penetapan Bandara adalah tugas ekskutif sekaligus menutup hearing yang kemudian dikomentari singkat oleh Zainul Pahmi dari pemuda NW “catat ya teman-teman media. Ini clear tugas dan wewenang ekskutif” selepas hearing Pahmi menambahkan “sesuai pernyataan” ketua DPR tadi bahwa penetapan bandara adalah ranah ekskutif berarti Demo  ASN menolak nama bandara tersebut adalah salah alamat, salah total dan logika demo tersebut cacat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam hearing tadi kami sudah tegaskan bila ada pansus itu namanya penistaan terhadap Maulanasyaikh kalau itu sampai terjadi kami bisa buktikan DPR-D itu akan penuh masa dari semua element masyarakat pencinta TGKHM Zainuddin Abdul Madjid, silahkan saja Dewan bermain politik atau mau menerima tekanan dari segelintir orang yang sakit Hati dan sakit jahil tersebut dengan membentuk Pansus maka DPR-D boleh menakar massa siapa yang sesungguhnya lebih banyak pungkas Pahmi.
Di waktu yang sama H. Irzani menagaskan maulana syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid adalah Tokoh Nasional dan penetapan bandara itu bentuk pengharagaan negara terhadap beliau, jadi sumir dan lucu sekali bila dijadikan polemik dan DPR-D Provinsi harus kalah sama segelintir pendemo. (Red)

 

LEAVE A REPLY