DMI NTB Tolak Mesjid Sebagai Tempat Berkampanye

0

 

Kabarlombok.com, Mataram – Bertema “Peranan Masjid sebagai pusat peradaban, Pemberdayaan dan kesejahteraan umat”,
Dewan Masjid Indonesia (DMI) NTB gelar silaturahmi dengan Takmir/Pengurus Masjid dan Imam Masjid se Kota Mataram di Aula Sekretariat Islamic Center Senin (14/5).

Hadir dalam acara tersebut Prof. H. Syaiful Muslim, MM Ketua MUI NTB, H. L. Mujitahid Dewan Syariah DMI NTB, Dr. Ir. H. Mashur Sekretaris DMI NTB, pengurus DMI, yang diramaikan Para Takmir dan Imam Masjid Se Kota Mataram sebanyak 200 orang.

Dr. Ir. H. Mashur selaku Sekretaris DMI NTB menyampaikan kegiatan silahturrahmi dengan Takmir/pengurus Masjid dan imam Masjid sebagai bentuk sikap sekaligus imbauan agar mesjid tidak dijadikan tempat berkampanye. Penggunaan mesjid sebagai tempat berkampanye menurutnya akan menimbulkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

Terkait situasi saat ini semakin nekatnya para pelaku terorisme dan radikalisme melakukan aksi seperti pembunuhan di Mako Brimob dan bom bunuh diri di Gereja dan Polrestabes Surabaya, Masyhur mengajak untuk memerangi kelompok terorisme dan paham radikal agar tidak berkembang di indonesia khususnya di NTB.

Sementara itu Ketua MUI NTB Prof. H. Syaiful Muslim, MM mengatakan kegiatan silahturrahmi ini untuk memperpanjang tali silahturrahmi dengan Takmir/Pengurus Masjid dan Imam Masjid.

” Sekarang ini tahun politik, Pasangan calon maupun tim sukses sering melakukan ajang kampanye di Mesjid, untuk itu mari kita bersama-sama menjaga marwah Mesjid, agar tetap dipergunakan semestinya seperti untuk sholat berjamaah, pengajian dan dakwah tentang ajaran islam bukan untuk ajang kampanye, kami mengimbau para Takmir/pengurus Masjid dan Imam Masjid agar menyampaikan kepada para jamaahnya bersama-sama menjaga dan melakukan pengawasan terhadap penggunaan masjid agar tidak disalahgunakan untuk kampanye.” tegasnya.

Hal senada dikatakan H. L. Mujitahid selaku Dewan Syariah DMI NTB untuk menjaga manfaat dan fungsi masjid sebagai tempat ibadah bukan ajang kampanye.

Acara ini dirangkaikan dengan deklarasi penolakan mesjid sebagai tempat berkampanye dan sholat gaib untuk korban kekejaman terorisme. (*)

LEAVE A REPLY