Ditlantas Polda NTB Pastikan Keamanan Jalur Lintasan Tour de Lombok Mandalika

0

 

Arman Achdiat didampingi jajaran Ditlantas Polda NTB

Kabarlombok.com, MATARAM – Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bekerja keras untuk kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan balap sepeda internasional, Tour de Lombok Mandalika (TdLM) 2018.

“Ditlantas Polda NTB dan jajaran satuan lalu lintas Polres memberikan pengamanan untuk kegiatan ini, Pengamanan jalur sudah diploting seluruh personil Ditlantas dan Satlantas jajaran disepanjang jalur atau rute lintasan balap sepeda ini. Pam tidak hanya dari unsur lalu lintas, tapi juga seluruh fungsi Kepolisian,” kata Direktur Lalu Lintas Polda NTB, Kombes Pol Arman Achdiat SIK MSi, Jumat (13/4) di Mataram.

TdLM 2018 merupakan event sport tourism yang digagas Ikatan Spot Sepeda Indonesia (ISSI), Dinas Pariwisata NTB, Kemenpar RI dan Uni Cyliste Internationale (UCI). Sejak 2017 lalu, TdLM masuk sebagai agenda rutin UCI dengan sertifikasi UCI 2.2.

Tahun ini TdLM dimulai sejak Jumat (13/4) hingga Minggu (15/4) dalam tiga etape balap yang diikuti sekitar 18 tim pebalap sepeda dari 24 negara.

Dirlantas Arman Achdiat, mengajak masyarakat NTB khususnya di pulau Lombok, untuk turut menyukseskan gelaran event sport tourism balap sepeda internasional, Tour de Lombok Mandalika (TdLM) tahun ini.

Sebab, event berskala internasional ini dinilainya sangat berdampak positif bagi promosi pariwisata di Lombok dan NTB secara umum.

“Kami imbau masyarakat juga ikut mendukung dan menyukseskan kegiatan ini, sebab event internasional ini sangat positif dampaknya bagi daya tarik wisata di Lombok dan NTB secara umum,” katanya.

Arman menjelaskan, dalam rangkaian TdLM 2018 ini, Direktorat Lalu Lintas dan jajaran Satlantas di Polres-Polres yang ada di Lombok juga diterjunkan untuk melakukan pengamanan jalur pada lintasan-lintasan yang dilalui para pembalap.

Tujuannya agar pelaksananaan event berjalan dengan lancar, sementara masyarakat para pengguna jalan juga bisa tetap merasakan kenyamanan berlalulintas.

Untuk etape kedua TdLM 2018 yang akan digelar Sabtu (14/4) dengan rute Islamic Center NTB menuju Sembalun, Lombok Timur, Ditlantas Polda NTB dan jajaran juga melakukan skenario pengalihan arus di rute Lombok Timur.

Pengalihan jalur yang akan dilakukan sejak pukul 10.00 Wita diberlakukan untuk jalur dari Sembalun turun ke Suela dialihkan lewat Belanting, kemudian jalur Suela dialihkan lewat Pringgabaya.

Tour de Lombok Mandalika (TdLM) 2018, resmi dimulai Jumat sore (13/4), dengan pembukaan etape pertama rute Kuta Mandalika – Kota Mataram sejauh 84.4 Km.

Sebanyak 18 tim pembalap sepeda dari 24 negara mulai dilepas start untuk etape pertama TdLM, Jumat siang di pantai Kuta Mandalika, kawasan KEK Mandlika, Lombok Tengah. Di etape pertama ini mereka menempuh jarak sekitar 84.4 Km dari Mandalika menuju finish di depan Kantor Gubernur NTB di Kota Mataram.

Dalam etape pertama Kuta – Mataram sejauh 84.4 Km, pembalap Metkel Eyob dari Tim Trengganu Cycling Club Malaysia menempati peringkat pertama. Pembalap berkebangsaan Eritrea ini mencatat waktu tercepat dengan 1 jam 52 menit dan 14 detik.

Peringkat kedua ditempati pembalap asal Uni Emirat Arab (UEA) dari Tim UEA, Yousif Mohammed Ahmed Mirza Al Hamadi dengan catatan waktu 1:52:15, disusul pembalap Singapura, Choon Huat Goh dari tim Trengganu Cycling Club Malaysia dengan waktu 1:52:20.

“Event TdLM ini sangat efektif menpromosikan pariwisata Lombok. Sebab ini kan melibatkan 18 tim dari 24 negara, news value jelas sangat besar,” kata Kabid Promosi Regional III Kemenpar RI, Florida Pardosi, saat dijumpai Jumat sore (13/4) di lokasi finish etape pertama di Mataram.

Menurut Florida, sport tourism menjadi peluang untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi wisata khususnya wisata minat khusus.

Hal ini juga sangat membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia dan memenuhi target kunjungan 20 Juta wistawan mancanegara serta 245 ribu pergerakan wisnus 2019 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal mengatakan, TdLM tahun ini dilaksanakan dalam tiga etape balap, yang semuanya melintasi destinasi-destinasi wisata di Lombok.

Tiga etape itu antara lain, Kuta Mandalika-Kota Mataram yang menempuh jarak sekitar 84,4 Km. Rute ini akan mengambil start di pantai Kuta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, dan finish di depan kantor Gubernur NTB di jalan Pejanggik, Kota Mataram.

Rute Kuta Mandalika – Kota Mataram melintasi sejumlah destinasi wisata, seperti gugusan pantai di KEK Mandalika, kawasan perkampungan tradisional Sasak di Sade dan Ende Lombok Tengah, Lombok Internasional Airport (LIA), persawahan dengan udara segar di sepanjang lintasan by pass LIA, serta destinasi wisata Kota Mataram.

Etape kedua digelar Sabtu (14/4) dengan rute Mataram – Sembalun, Lombok Timur dengan jarak tempuh sekitar 172.4 Km. Rute ini mengambil start di depan kompleks Islamic Center NTB di Kota Mataram yang menjadi ikon wisata halal NTB, kemudian menyusuri sejumlah destinasi di Lombok Tengah dan Lombok Timur, sebelum sampai pada finish di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur.

Sembalun merupakan kawasan wisata yang terletak di kaki Gunung Rinjani di Lombok, yang juga sudah ditetapkan sebagai kawasan destinasi wisata halal di NTB. Sembalun juga pernah meraih penghargaan sebagai The Best Halal Honeymoon Destination pada 2015 silam.

Sementara etape ketiga digelar Minggu (15/4) dengan rute circiut race di Kota Mataram dengan jarak 110 Km. Rute ini akan mengambil start di Taman Sangkareang, Kota Mataram, kemudian menyusuri sejumlah destinasi wisata seperti gugusan pantai di jalan Lingkar Ampenan, dan juga kawasan Kota Tua Ampenan, dan kembali finish di Taman Sangkareang, Mataram.

Menurutnya, untuk TdLM 2018 ini, para pembalap akan memperebutkan point UCI dan juga hadiah tunai yang totalnya mencapai Rp300 juta.

Sementara itu, Race Direktor TdLM 2018, Sondi Purnomo mengatakan, medan dan rute TdLM termasuk rute yang eksotis dan menantang jika dibandingkan di lokasi lain. Ini ditunjukan dengan minat peserta yang meningkat.

“Tahun ini kita batasi hanya 16 tim. Tapi karena Lombok ini menarik ada dua tim yang bersedia ikut dengan biaya sendiri yakni Tim dari Uni Emirat Arab dan tim dari Solo. Jadi total ada 18 tim yang ikut,” kata Sondi.

Menurutnya, tiap tim terdiri dari 5 pebalap sepeda, dan dalam satu tim bisa terdiri dari beberapa negara. Sehingga total negara yang diwakili dalam TdLM 2018 ini mencapai 24 negara. (bn)

LEAVE A REPLY