Disusupi, Kartu Raib dan Saksi diDoktrin Coblos Paslon Lain

0

Kabarlombok.com *Mataram*

Tak mendapatkan kartu saksi, seorang saksi dari pasangan calon Suhaili – Amin pada TPS 11 Lingkungan Dasan Sari Kelurahan Kebun Sari Mataram, beberkan dugaan kampanye hitam dari Tim paslon lain. Ia bernama Topan, yang kini resah karena kartu saksi yang telah disiapkan oleh petugas KPPS, telah raib diambil oleh orang yang tidak diketahui identitasnya. Pasalnya, kartu saksi dari Tim Paslon yang hanya untuk 1 orang per TPS itu, telah diambil oleh orang yang juga mengaku mendapatkan perintah untuk menjadi saksi dari Suhaili-Amin di TPS tersebut.

“Petugas KPPS bilang kartunya sudah diambil oleh saksi dari Suhaili-Amin. Ya saya bingung, karena untuk di TPS 11 ini saya yang mendapatkan mandat sebagai saksi dari koordinator pemenangan,” katanya saat ditemui di lokasi TPS pada Rabu (27/6).

Atas raibnya kartu saksi tersebut, Topan berasumsi bahwa pihaknya atas nama Tim Pemenangan Suhaili-Amin, telah disusupi oleh oknum dari pihak lawan. Topan mengatakan jika koordinator yang menunjuknya sebagai saksi dari Suhaili-Amin, telah memberikan petunjuk yang menyimpang dari komitmen Tim, untuk mengawal suara dari Suhaili-Amin. Ia membeberkan jika Koordinator Saksi yang disebutkannya bernama Gazali, sebelumnya telah memotong honor para saksi dari yang semula dijanjikan. “Dari sebelumnya sata sudah curiga ada masalah yang namanya Gazali ini, dana buat saksi dianggarkan 200 ribu tapi dikasikan ke saksi 150 ribu,” ungkap Topan.

Kebusukan dari Gazali, beber Topan tak hanya sampai disitu. Pada akhir pemantapan atau breafing saksi jelang pencoblosan, koordinator saksi tersebut justru menginstruksikan agar seluruh saksi mencoblos paslon lain (bukan Suhaili-Amin). Bahkan pasalnya dihadapan sejumlah saksi yang hadir pada saat itu, Gazali mengatakan bahwa dirinya pada Tim Suhaili-Amin hanya sebagai tameng saja.

“Setelah semua DPT nyoblos, para saksi harus nyoblos dan ingat coblos Ahyar-Mori ya. Saya ini sebenarnya cuma tameng saja di Suhaili-Amin, saya ini orangnya Ahyar-Mori sebenarnya jadi bantu saya untuk memenangkannya,” ungkap Topan menceritakan doktrin – doktrin yang disampaikan oleh Gazali.

Hingga berita ini diturunkan, Topan masih berusaha menghubungi pihak Tim Pemenangan Suhaili-Amin untuk mempertanyakan kejelasan dari statusnya sebagai saksi. Dirinyapun masih berada dilokasi TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 402 orang DPT tersebut, untuk mengawasi dan berharap bisa menemukan orang yang telah mengambil kartu saksinya tersebut.

Sementara itu, juru bicara Suhaili-Amin, Hasan Masad, saat dikonfirmasi mengatakan jika tak dipungkiri pada hari pencoblosan ini segala upaya bentuk kecurangan dilakukan oleh paslon lain untuk mengalahkan Suhaili-Amin. Hal yang demikian disebutnya sebagai sebuah modus operandi politik, yang sudah terstruktur dan direncanakan dengan menyebarkan oknum – oknum penyusup.

“Berbagai tipe dan modus operandi politik untuk menekan dan mengelabui paslon 1 (Suhaili-Amin). Dan saat pencoblosan ini segala gencar terjadi. Terhadap modus yang terjadi di TPS 11 Yang dimaksud, kami akan cek ke bidang yang menangani saksi dan segera kami carikan solusinya,” ucapnya.

Dirinya sebagai salah satu squad pemenangan menginstruksikan kepada seluruh pihak yang berada sebagai garda terdepan memenangkan Suhaili-Amin, agar tetap waspada dan mengantisipasi segala peluang licik tersebut. Ia meminta agar seluruh kader partai koalisi dan simpatisan dapat mengikuti dan mengawasi segala proses yang terjadi di TPS.

“Saya berharap simpatisan relawan dan kader kader Partai Koalisi pendukung paslon Suhaili-Amin, dapat mengikuti dan mengawasi semua proses dari luar TPS sampai penghitungan suara selesai. Mencatat atau merekam hasilnya, sebagai warga negara juga diperbolehkan hal demikian,” tegas Hasan. (an)

LEAVE A REPLY