Didesak Copot Seragam ASN, H Nasruddin: Santai Saja, Belum Jadi Calon

0

kabarlombok.com- LOMBOK TIMUR. Bakal Calon Bupati Lombok Timur H. Nasrudin angkat bicara terkait komentar Ketua KNPI Lombok Timur M. Taufik Hidayat yang memintanya melepas seragam ASN (Aparatur Sipil Negara) jika ingin menjadi calon Bupati Lombok Timur.

“Silahkan ajukan surat pengunduran diri ke Kementrian ASN jika ingin terjun ke politik praktis,” kata Taufik kepada kabarlombok.com (7/5).

Menanggapi hal tersebut, H. Nasruddin yang saat ini masih menjabat Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur mengatakan bahwa komentar Ketua KNPI Lotim itu terlalu berlebihan, mengingat posisinya saat ini konteksnya masih sebagai bakal calon dan bukan sebagai calon.

Bahkan ia menuding ada pihak-pihak tertentu yang merasa khawatir dengan keberadaan dirinya yang mencalonkan diri pada gelaran Pemilihan Bupati Lotim 2018 mendatang.

“Santai saja, belum jadi calon kok pada kebakaran jenggot, ini kan ada yang khawatir kayaknya,” jawabnya via pesan singkat (7/5).

Selain itu, ia mengungkapkan beberapa bakal calon lain juga melakukan hal yang sama dengan dirinya, seperti pemasangan baliho dan yang lainnya.

Menurutnya, sebagai ASN, hal tersebut bukanlah sebuah pelanggaran dikarenakan pada baliho yang terpasang tidak ada kata-kata yang menyebutkan dirinya sebagai calon kepala daerah (Bupati).

“Baliho juga kan tidak ada yang bilang calon bupati atau gubernur, apa bedanya dengan H. Sunarpi dan yang lainnya,” tambahnya.

Seperti diketahui H. Sunarpi merupakan salah seorang ASN, Akademisi, Rektor Universitas Mataram yang kabarnya juga akan ikut mencalonkan diri pada Pilkada NTB 2018, jauh-jauh hari balihonya pun sudah terpasang di sepanjang jalan protokol.

Kepada kabarlombok.com H. Nasruddin juga menampik terkait beberapa kegiatan menjelang Ramadhan yang diklaim akan dimanfaatkan oleh pihaknya sebagai ajang kampanye berbungkus safari ramadhan, menurutnya hal tersebut tidaklah benar.

Bahkan, ia pun mempersilahkan bakal calon yang lain untuk melakukan safari ramadhan juga agar masyarakat mendapatkan faedah dan manfaat dari para kandidat tersebut.

“Silahkan semua orang bersafari ramadhan, bawa Al-qur’an dan sumbangan lainnya ke masjid-masjid ataupun mushalla dan pondok pesantren,” tandasnya.

LEAVE A REPLY