Debat Kandidat Perdana Cagub Cawagub NTB 2018 Belum Memenuhi Harapan Masyarakat

0

Foto : Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nusa Tenggara Barat menghadirkan Debat perdana empat Kandidat  yang disiarkan TVOne Sabtu, (12/5/2018).

Kabarlombok.com, MATARAM –  Debat Kandidat Cagub dan Cawagub NTB 2018 sebelumnya diwarnai statemen dari Pasangan Calon  Jalur Independen yakni H. Moch. Ali Bin Dahlan – TGH Lalu Gde Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni (Ali-Sakti) untuk tidak hadir dalam debat kandidat karena menganggap debat kandidat tidak berbeda dengan quiz televisi dan bukan merupakan ajang adu gagasan. “Gimmick Politik” dari Paslon Independen itu paling tidak telah mencuri perhatian publik, meski akhirnya membuktikan kehadirannya pada debat kandidat perdana.

Dalam Debat Kandidat I, Paslon Nomor Urut 1 berusaha meyakini pemilih dengan menawarkan kartu NTB Sejahtera. Meski terkesan latah namun dampaknya ada ditangan pemilih. Gaya Komunikasi Suhaili FT yang merakyat tidak terlepas dari pengalamannya menjadi legislator Udayana dan Bupati Kabupaten Lombok Tengah 2 periode. Menggandeng H. Muh. Amin yang juga petahana Wakil Gubernur NTB sedikit tidak mampu menguasai panggung debat dengan pengalaman memimpin NTB bersama TGB M. Zainul Majdi.

Sementara Pasangan Nomor Urut 2 memperlihatkan dominasi Cawagubnya dalam menjawab isu isu yang ditawarkan oleh tim pakar ataupun pertanyaan dari paslon lainnya. Hal tersebut tentu cukup beralasan. Rekam jejak politik Mori Hanafi di panggung politik legislatif telah berhasil merebut kursi Pimpinan DPRD NTB dengan posisi Wakil Ketua. Sebelumnya sempat menduduki jabatan Wakil Ketua Komisi II bidang Ekonomi, Keuangan memudahkan dirinya dalam menyampaikan isu isu strategis yang diangkat pada Debat Kandidiat I. sementara TGH. Ahyar Abduh yang sarat pengalaman baik di legislatif maupun eksekutif cenderung kurang aktif.

Kondisi berbeda dengan paslon Nomor Urut 3. Berbekal kemampuan akademis yang dimiliki, pasangan ZulRohmi terlihat mampu menguasai panggung debat kandidat pertama dengan adu gagasan. Keduanya terlihat bergantian menjawab setiap isu yang disajikan. Meski terkesan retorik, pasangan calon yang belum pernah mencicipi kursi eksekutif ini mencoba merayu pemilih dengan gagasannya.

Hal berbeda tampak dari paslon Nomor Urut 4. Terkenal nyentrik dan flamboyan, Ali BD mampu menarik perhatian pemirsa dengan jawabannya yang khas ceplas ceplos apa adanya mampu mewarnai panggung debat yang terkesan “simbit” atau angker karena kesan dari debat adalah panggung adu urat leher. Kocak dan jenaka jawaban yang tersaji oleh pasangan ini meski Ali BD lebih mendominasi dan sedikit memberi ruang bagi Cawagubnya.
Secara keseluruhan, debat kandidat pertama belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Para pasangan calon masih belum mampu meyakini pemilih rasional dalam menentukan pilihannya. (gf)

LEAVE A REPLY