Buntut SK Ketua DPC, Ketua Bapilu Hanura Dompu Ancam akan Keluar Partai

0
Suasana jamuan makan malam antara petinggi partai dengan kader yang dianggap tidak etis karena yang mencalonkan diri menjadi Ketua DPC, 4 April 2018. (foto: dok)

Kabarlombok.com – Mataram. Ketua Bapilu Cabang Partai Hanura Kabupaten Dompu, Kisman Pangeran, SH menilai penerbitan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan H. Sanusi H. Hamzah sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Dompu sebagai kesalahan fatal, bahkan jika tidak dicabut ia akan keluar dari partai.

Menurut Kisman, kesalahan fatal tersebut dikarenakan keluarnya SK tersebut tidak prosedural dan melanggar AD/ART Partai Hanura serta tidak melalui mekanisme dalam partai, namun dengan melakukan penunjukan langsung.

”Kami kader Partai Hanura yang ada di Dompu ini, hanya ingin organisasi ini digerakkan dengan benar. Saya ketika dipercaya sebagai ketua Bapilu telah menargetkan Partai Hanura sebagai Partai Pemenang Pemilu di Dompu, tapi kalo begini caranya maka semua bisa bubar,” ujarnya.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara dan pernah menjadi Calon Wakil bupati Dompu ini bahkan dengan lantang akan keluar dari partai yang didirikan Wiranto apabila SK tersebut tidak dicabut, ”Jika SK yang tidak sesuai AD/ART partai ini masih dipertahankan, maka saya orang pertama yang menyatakan mundur dari Partai Hanura,” tegas Kisman dalam rilisnya di Mataram, Rabu (18/4).

Selain menyoroti tentang SK, Kisman juga menyayangkan adanya pertemuan yang dilakukan petinggi partai yang dengan kader yang akan maju dalam bursa Ketua DPC. Menurutnya, sebagai petinggi partai semestinya Sekjen Partai Hanura dapat menjaga sikap dan perilaku karena sudah konflik kepentingan.

“Jika memperhatikan foto yang beredar 4 April 2018 tersebut, dimana tampak Pak Sekjen sedang makan malam dengan Saudara H. Sanusi H. Hamzah yang juga ingin mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Hanura Dompu, seharusnya tidak terjadi. Sebagai pejabat kunci sebuah partai hal itu tidak etis, mengabaikan nilai, norma dan etika,” lanjut Kisman.

Sementara itu, kekecewaan juga disampaikan Nasrun, Ketua PAC Kecamatan Hu’u. Menurut Nasrun, kerja keras kader dan pengurus di tingkat Kabupaten dan kecamatan dari proses pembentukan hingga verifikasi parpol tidak diindahkan begitu saja oleh pusat, “Kami sangat kecewa, kecewa sekali. Jangan sekali kali berpikir bahwa hanya pusat yang bekerja untuk partai ini. Kami dengan segala keterbatasan bekerja ekstra untuk Hanura. Mulai dari pembentukan struktur partai sampai anak ranting, mengumpulkan KTP dan verfikasi faktual, semua kami lakukan dengan sungguh-sungguh. Kok sampai hati suara kami nggak didengar, dimana hati nuraninya itu lho?,” tanya Nasrun kesal.

Berbagai tokoh sepuh Dompu pun mulai menyayangkan kisruh ditubuh partai Hanura Dompu. Partai yang digadang-gadang oleh banyak pemerhati politik Dompu sebagai partai pemenang, saat ini sedang di uji soliditasnya. Dalam kondisi yang kurang sehat, putra tertua Sultan Dompu, Kahrul Zaman, SH.,M.Hum, menyampaikan harapannya, ”Sebagai penasehat, Saya berharap hanura tetap solid. Kalaupun ada perbedaan, silahkan dimufakatkan. Hilangkan ego, tau diri dengan mengenal diri,”katanya bijak. (adm)

LEAVE A REPLY