Bersama TGB, Kapolda NTB dan Pangdam Udayana Maksimalkan Aksi Cepat Tanggap

0

Kabarlombok.com – Mataram

Dalam gelaran rapat rencana aksi cepat tanggap bencana bersama Gubernur, Menkopolhukam, Mensos dan Pangdam Udayana di Mataram pada Senin malam (6/8), Kapolda NTB, Irjen Pol Achmat Juri menyampaikan proses evakuasi para wisatawan asing yang berada di Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno terkendala transportasi. Karena itu, Kapolda berharap seluruh armada transportasi yang dimiliki pemerintah dapat dikerahkan. Selain itu dibutuhkan posko Bandara yang representatif untuk para wisatawan asing. Serta personil untuk mengarahkan mereka.

Ia juga mengatakan hal yang perlu menjadi perhatian semua pihak adalah terkait pendirian tenda. Sebagian besar masyarakat kata dia menginginkan agar pendirian tenda tersebut dilakukan tidak jauh dari rumah mereka. Sebab, disamping dapat menjamin keamanan harta mereka, juga untuk memastikan pembangunan kembali rumah mereka dapat dilakukan secara bertahap.

Suasana pengungsian disalah satu rumah warga Pagutan Timur

Selanjutnya, terkait kebutuhan makanan, Kapolda menghimbau seluruh pihak untuk melayani masyarakat terdampak semaksimal mungkin. Sebab, ini merupakan bencana yang tentunya perlu saling membantu dan menolong atas nama kemanusiaan.

Suasana bandara LIA senin malam (6/8).

Sementara itu Pangdam Udayana mengingatkan bahwa Gubernur NTB telah mengeluarkan SK terkait perpanjangan masa tanggap darurat. Maka menurutnya, SK tersebut harus dilaksanakan sesuai mekanisme, agar semua potensi daerah dapat dikerahkan sehingga penanganan untuk para korban menjadi maksimal dan tidak terjadi penumpukan bantuan.

Selanjutnya, hal yang segera dilakukan adalah penyelamatan korban. Terutama yang masih tertimbun reruntuhan bangunan. Penyelamatan itu juga membutuhkan eskavator. Kemudian untuk evakuasi wisatawan di tiga Gili, dibutuhkan kapal yang lebih besar, mengingat ada ribuan wisatwan yang ada di Gili tersebut.

Untuk pelayanan terhadap korban, Pangdam menegaskan agar pelayanan medis dapat segera dilakukan, bekerjasama dengan semua pihak. Bahkan saat ini kata dia, TNI telah membangun rumah sakit lapangan untuk melayani para korban. Pelayanan lain yang harus segera dilaksanakan adalah terkait dengan kebutuhan makanan, mendirikan dapur umum, ketersediaan kebutuhan air bersih dan MCK perlu segera diadakan.

“Tahap rehabilitasi, apa yang perlu kita lakukan, rekonstruksi, barak barak, kebutuhan dasar, perlu kita pikirkan,” ungkapnya.(bn)

LEAVE A REPLY