Beri Kuliah di UIN Mataram, Prof. Yamin: “Ilmuwan jangan terkotak-kotak oleh organisasi”

0

Mataram, – Pasca Sarjana UIN Mataram disambangi tamu kehormatan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr.M. Amin Abdullah, M.A. Sabtu (07/09) di Mataram. Amin adalah rektor UIN Sunan Kalijaga dua periode yakni 2002-2006 dan 2006-2010. Pada kedatangan kali ini ia memberikan kuliah umum pada stadium generale yang diadakan oleh pasca sarjana UIN dengan tema “Integrasi-interkoneksi dalam study Agama”

Direktur Pasca sarjana Prof. Dr. H. Suprapto membuka dalam sambutannya menukil kejadian Disertasi Doktoral “Milkul Yamin” yang lagi viral sehingga sangat tepat katanya mendengarkan guru Besar Prof Amin karena bagaimanapun ia adalah seorang guru besar di UIN Sunan Kalijaga dimana disertasi ini muncul.

Sementara itu Rektor UIN Mataram Profesor Dr. H. Mutawalli, M. Ag lebih banyak bernostalgia dengan kedisplinan dan keluasaan ilmu dari Profesor Amin pada saat dia mengerjakan disertasi-nya di UIN Suka dibimbing langsung oleh Prof Amin yang sangat tegas itu dimana dirinya (Profesor Mutawalli) hampir menyerah dan dimarah saat menyusun disertasinya yang dikerjakan bertahun-tahun.

Tak disangka oleh peserta Stadium General pada saat memulai kuliah umumnya professor Amin menyatakan dia lupa proses yang diceritakan oleh Rektor UIN Mataram tersebut sekaligus menjawab tentang milkul yamin harusnya melewati, riset serta bimbingan yang panjang seperti rektor UIN ini, jadi  kedepan semua kampus harus memiliki SOP Bimbingan tesis dan Disertasi harus dibikin baik dan terstruktur, sehingga kedepan tidak menimbulkan kegaduhan dan kontroversi, Prof Yamin menyatakan segala macam jenis debat dan kontroversi harus selesai di ujian tertutup.

Ia mengingatkan untuk selalu berhati-hati menyusun Tesis dan Disertasi di UIN.

Kutipan-kutipan lain menggelitik yang membuat  kuliah umum terasa sangat berkelas  dari Professor Amin Abdullah pada acara di Aula Pasca Sarjana ini adalah “Ilmuwan Jangan marah kalau dikritik, harus fleksible serta jangan terkotak-kotak oleh organisasi yang dimiliki, mau anda Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama,Muhammadiyah Persis dll” hal ini disampaikan menyikapi fenomena debat ilmu agama yang yang dikotak-kotakan oleh organisasi yang diikuti oleh para ilmuwan yang cenderung kaku.

Keagamaan kita tidak ada imaginasinya karena terkotak-kotak oleh SK organisasi. Pungkasnya dalam pengantar kuliahnya sendiri yang disambut riuh tepuk tangan peserta Stadium General. Pada saat ini kuliah masih berlanjut. (MIWY)

LEAVE A REPLY