Bedah isu kebangsaan dan Perkuat Persatuan, Pemuda NW Gelar Mimbar Bebas

0
Sebagai Narasumber Kapolres Lombok Timur yang diwakili Kasat Lantas, Ryan Faisal, S.Ik, mengatakan dinamika kehidupan berbangsa saat ini cukup dinamis terutama menjelang pemilihan presiden ini.
“Kita ini berbeda-beda tapi satu tujuan. Jangan jadikan perbedaan pilihan sebagai perpecahan. Kita boleh beda pilihan dalam Pilpres tapi kesatuan bangsa harus tetap kita jaga. Kalau kami sebagai aparat tetap netral. Kepolisian tidak memilih,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat saling menghargai pilihan masing-masing dengan tetap kedepankan persatuan dan kesatuan.
“Jangan mudah terprovokasi isu politik yang memecah-belah kesatuan, apalagi isu sara,” sambungnya.

Disebutkan, media sosial saat ini seringkali menjadi wahana penyebar berita atau informasi hoaks dan membuat provokasi sehingga masyarakat menjadi resah.

Ia menekankan agar masyarakat lebih bijak menggunakan medsos seperti facebook.
“Bila mendapatkan informasi melalui media sosial cek dulu kebenarannya, jangan asal share, pertimbangkan dampaknya, baru meneruskan informasi tersebut, kalau tidak ada manfaatnya apalagi bisa menjerumuskan dihapus saja,” pesannya.

Sementara itu, Herman Saputra, SH., MH., selaku Penanggungjawab diskusi mengatakan, isu-isu kebangsaan ini harus disikapi dengan baik. Ia menyebutkan, pertama berkenaan dengan ideologi bernegara seperti isu tentang ideologi komunisme dan khilafah yang berbasis agama.

“Kedua isu tersebut mengancam persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara yang sudah final dengan ideologi Pancasila,” paparnya.

Kedua, lanjut Herman, terkait isu-isu ekonomi, sosial budaya, politik, hukum dan HAM.

“Salah satu konsen saat ini mengenai pelangggaran dan penegakan hukum. Kedua hal tersebut harus menjadi perhatian pemerintah dan melibatkan masyarakat supaya tidak terjadi pelanggaran hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda NW, Dr. M. Halqi mengatakan, organisasi pemuda NW berkomitmen dan siap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan persatuan bangsa dan negara.

“Karena Pancasila dan NKRI sudah final, dan itu harga mati,” imbuhnya.

Ia berkomitmen Pemuda NW akan menjalin kerja sama dengan ormas lainnya, mulai dari daerah, hingga pusat.

“Kami juga siap menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk mensukseskan program pemerintah yang pro rakyat,” pungkasnya.(bn)

LEAVE A REPLY