Bawaslu Terima Laporan Tercoblosnnya Kertas Suara Sebelom Waktunya

0

Foto : Ketua Bawaslu NTB M. Khuwailid

Kabarlombok.com – Mataram

Tim pengawasan Bawaslu NTB temukan sejumlah temuan pelanggaran yang mencederai proses pemungutan suara 27 Juni lalu, untuk Pilkada Gubernur, Bupati dan Wali Kota di Nusa Tenggara Barat. Catatan hitam proses pilkada dalam tahapan pemungutan suara selama 24 jam pengawasan ini, mendata belasan pelanggaran yang saat ini masih ditelaah dan didalami. Ketua Bawaslu NTB Khuwailid saat ditemui Kamis (28/6) menjabarkan, temuan – temuan itu didominasi oleh pelanggaran administrasi, berupa distribusi logistik yang tidak mencapai 100% pada sejumlah TPS, dimasing-masing daerah Kabupaten Kota.

“Sejak masa tenang kita dibawaslu provinsi membentuk tim patroli terutama beberapa hal, terkait dengan ketersediaan distribusi logistik dan juga dugaan pelanggaran pemilihan umum lainnya. Secara penyelenggaraan distribusi C6, kita menemukan banyak yang tidak dibagikan, keluar negeri, ganda dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Khuwailid mengatakan proses pemungutan suara dapat berjalan kondusif diseluruh daerah pemilihan. Meski, masih terdapatnya permasalahan kurangnya surat suara, yang sempat menimbulkan gejolak ditengah masyarakat.

Temuan lain yang menjadi perhatian Bawaslu NTB, lanjut Khuwailid, ditemukannya kertas suara yang sudah tercoblos, mendapatkan surat suara lebih dari satu sehingga menyebabkan terjadinya selisih penggunaan surat suara.

“Rekap kita dari hasil pengawasan, untuk wilayah Lombok Timur ditemukan surat suara yang sudah tercoblos satu kertas suara untuk pilgub tercoblos gambar nomer urut 4 dan satu untuk Pilbup tercoblos gambar nomer urut 3, masih di Lombok Timur ada pemilih yang mendapatkan surat suara lebih dari satu untuk Pilgub. Di Lombok Barat malah sebaliknya ada pemilih yang tidak mendapatkan surat suara, yang mengakibatkan terjadi perbedaan selisih penggunaan surat suara,” jelasnya.

Lain halnya dengan temuan di wilayah Kabupaten Bima, yang menggunakan hak pilihnya tidak sesuai dengan data KTP. Di wilayah ini, ditemukan juga KPPS yang tidak memberikan tinta jari kepada pemilih setelah mencoblos. Menurut Khuwailid hal ini dimungkinkan karena petugas KPPS di tiap TPS melakukan pengecekan data dan sistem pelaksanaan yang longgar.

“Dibima kami temukan hasil pengawasan itu ada beberapa orang yang menggunakan hak pilihnya tidak sesuai dengan alamat pada KTP. Ada juga ditemukan yang tidak diberikan tinta setelah mencoblos sehingga dikhawatirkan menggunakan hak pilihnya lebih dari satu kali,” ucap Khuwailid.

Sementara di Lombok Tengah, ditemukan pembagian sabun. Temuan – temuan dan laporan, saat ini sedang dilakukan penanganannya oleh Bawaslu NTB untuk ditindaklanjuti.

“Kita akan melihat apakah temuan maupun laporan pelanggaran ini bersifat terstruktur dan masive. Jika demikian maka sanksi tegas yang berlaku bisa saja akan merugikan pasangan calon,” imbuhnya. (bn)

LEAVE A REPLY