Baiq Diyah : “Pangkas birokrasi berbelit untuk Percepat Penanganan Korban Gempa.”

0

Kabarlombok.com – Lombok Barat 

Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi salah seorang anggota DPD RI yang aktif turun ke masyarakat menekankan Pemerintah Pusat memangkas alur birokrasi dalam penanganan pasca bencana gempa Lombok.

Hal ini kata dia perlu dilakukan untuk percepatan penanganan, terutama dalam masalah kebutuhan mendesak puluhan ribu masyarakat yang harus mengungsi saat ini.

“Saya sudah sampaikan, birokrasi yang berbelit harus dipangkas agar kebutuhan pengungsi bisa segera mereka dapatkan. Apalagi gempa bumi ini berdampak pengungsian di lima Kabupaten/Kota, jadi penanganan harus segera,” kata Ratu Ganefi, Kamis (9/8) di posko pengungsi Gunungsari, kantor Camat Gunungsari, Lombok Barat.

Tenda pengungsian di Kecamatan Gunung Sari

Ratu Ganefi yang juga Ketua IWAPI NTB berkunjung ke posko pengungsi Gunungsari bersama jajaran IWAPI dan rombongan Grup Ramayana.

Selain melihat langsung kondisi para pengungsi, IWAPI dan Ramayana juga menyalurkan bantuan berupa sembako, selimut, dan kebutuhan anak-anak.

Menurut Ratu Ganefi, dalam kunjungannya ke belasan titik pengungsian pasca bencana, hal paling mendesak adalah kebutuhan terpal tenda bagi pengungsi.

Ia mengatakan, untuk kebutuhan ini pemerintah pusat bisa melakukan distribusi langsung menggunakan pesawat.

“Kondisi mendesak ya, jadi untuk terpal tenda ini bisa saja dikirim ke Lombok menggunakan pesawat terbang. Pemerintah bisa mencarter pesawat khusus untuk ini,” katanya.

Sebuah rumah dipembuwun rata akibat gempa

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid mengapresiasi perhatian dan kesigapan Baiq Diyah Ratu Ganefi yang terus aktif menyambangi pengungsi di Lombok Barat.

“Kami juga terimakasih untuk bantuan dari DPD RI, IWAPI dan Ramayana,” kata Fauzan di kantor Camat Gunungsari.

Sebuah rumah warga di pembuwun hancur

Ia memaparkan, dampak gempa bumi 7SR di Lombok Barat paling parah di empat Kecamatan termasuk Gunungsari.

Selain ribuan rumah rusak, tercatat puluhan ribu masyarakat mengungsi.

Penanganan kebutuhan pengungsi di Lombok Barat menurutnya agak sulit lantaran titik pengungsian menyebar di hampir seluruh Desa di Kecamatan terdampak.

Sebuah ruang belajar di madrasah pembuwun Narmada tidak bisa digunakan

“Pemda tidak bisa juga mengumpulkan di satu titik pengungsian karena masyarakat juga khawatir soal keamanan rumahnya. Sehingga banyak titik pengungsian di dekat rumah dan ini menyebar. Kepedulian banyak pihak termasuk dari Bu Diyah Ratu Ganefi dan jajaran IWAPI tentu akan sangat membantu kami,” kata dia. (bn)

LEAVE A REPLY