Baiq Diyah : “Nama ZAMIA adalah Penghargaan Tinggi Pemerintah.”

0
Baiq Diyah Ratu Ganefi (jilbab ungu kanan) pose bersama anggota DPD-RI dalam beberapa kesempatan.

Baiq Diyah Ratu Ganefi meminta seluruh pihak untuk tetap berpikir jernih dalam menyikapi segala sesuatu dengan saling menghargai dan menghormati tentunya akan menjadi solusi bijak dalam menyelesaikan semua permasalahan.”

Kabarlombok.com – Mataram

Penyematan nama Pahlawan Nasional Zainuddin Abdul Majid (ZAM) sebagai nama bandara Lombok sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Perhubungan, mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak. Hanya segelintir orang yang mengaku memiliki kisah perjuangan dalam pendirian Bandara Internasional di Pulau Seribu Masjid itu yang menolak penamaan karena merasa tak diajak musyawarah.

Sejumlah tokoh, ulama dan juga pejabat daerah, sangat mengapresiasi, bahkan mengaku bangga atas sosok Pahlawan Nasional sekaligus ulama karismatik Zainuddin Abdul Majid menjadi nama Bandara Lombok yakni Zainuddin Abdul Madjid Internasional Airport (ZAMIA). Seperti yang diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil NTB Baiq Diyah Ratu Ganefi dalam sebuah akun media sosialnya.

“Syukur Alhamdulillah kita sudah punya pengakuan pemerintah dengan adanya Pahlawan Nasional yang berasal dari NTB. Ini membanggakan kita semua,” begitu tertulis dalam status media sosial Baiq Diyah Ratu Ganefi.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (7/9), Senator perempuan asal NTB ini memberikan pandangan dan alasan pemerintah sewajarnya menamakan Bandara Lombok dari nama Pahlawan Nasional. Baiq Diyah mengatakan, nama tersebut sebagai bentuk penghormatan Negara dan sudah semestinya Pemda khususnya lebih menjaga dan mensosialisasikan gelar pahlawan tersebut dalam penyematan nama Bandara.

Menarik benang merah atas polemik yang terjadi, ia menyebutkan jika penolakan nama Pahlawan Nasional sebagai nama bandara, dikarenakan adanya pihak – pihak yang tak dilibatkan dalam persoalan tersebut.

“Bahwa kemudian Nama Pahlawan Nasional NTB TGKH Zainuddin Abdul Majid menjadi nama bandara saya rasa sah – sah saja dan sangat bagus. Karena di beberapa daerah bandaranya mempunyai nama tokoh Pahlawan Nasional didaerahnya. Hanya saja yang menjadi polemik, tentu ada saja pihak-pihak yang merasa ikut terlibat dan turut berdarah-darah untuk mewujudkan Bandara ini tidak diajak bicara, tidak di diskusikan bersama, tidak di libatkan. Inilah persoalannya,” katanya.

Baiq Diyah meminta seluruh pihak untuk tetap berpikir jernih dalam menyikapi segala sesuatu. Saling menghargai dan menghormati tentunya akan menjadi solusi bijak dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Tak ada gading yang tak retak. Pasti ada solusi yang terbaik akan hal ini,” pungkasnya. (bn)

LEAVE A REPLY