Antisipasi Tingginya Angka Kecelakaan, Ditlantas Polda NTB Gelar Talkshow FIJAR

0

Mataram, – Keselamatan berlalu lintas merupakan dambaan semua orang sebagai pengguna jalan. Baik sebagai pengendara maupun pejalan kaki. Upaya untuk mencapai keselamatan berlalu lintas itu telah dilakukan oleh banyak pihak, khususnya Polisi Lalu Lintas.

Salah satu bentuk ikhtiar itu adalah bersinergi dengan para ahli agama Islam untuk memberikan pemahaman yang komprehensif akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dalam konteks ajaran agama Islam. Hal inilah yang kemudian menginisiasi diadakannya Talk Show Fiqih Jalan Raya yang diadakan oleh Pengurus Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat, Ditlantas Polda NTB, dan Universitas Nahdhatul Ulama (UNU) NTB pada Selasa, 13 Maret 2019 bertempat di aula UNU NTB.

Hadir sebagai pembicara adalah Kombes Pol Amin Litarso, SH selaku Dirlantas Polda NTB. TGH Hasanain Juaini Sekjen PB NW, dan Prof Masnun Ketua NU NTB. Dalam paparannya, Dirlantas Polda NTB memberikan gambaran umum tentang data kecelakaan yang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan juga Nasional.

“Kami punya data yang setiap hari di update melalui IRSMS (Integrated Road Safety Management System). Setiap satuan lalu lintas setiap hari melaporkan ke kami di Ditlantas Polda NTB terkait dengan jumlah kecelakaan yang terjadi, lalu kami sinkronisasi dengan data yang ada di Jasa Raharja. Tentu tidak termasuk data yang tidak dilaporkan,” terang Kombes Pol Amin Litarso.

Masih menurut Dirlantas Polda NTB, kecelakaan yang terjadi didominasi oleh para Millenial. Itulah salah satu penyebab diadakannya Millenial Road Safety Festival. Turun tangannya para ulama tentu diharapkan untuk ikut memberikan pencerahan kepada masyarakat dari sudut pandang agama dalam hal ketaatan pada aturan berlalu lintas sebagai bagian dari ketaatan kepada perintah Allah SWT.

“Apapun bentuk perbuatan yang mengancam keselamatan dirinya dan orang lain, itu berarti melanggar perintah Allah. Aturan yang dibuat pemerintah itu untuk kebaikan semua pihak, Allah SWT memerintahkan untuk taat kepada ulil amri (pemimpin/pemerintah) artinya jika tidak taat aturan berlalu lintas berarti telah melanggar perintah Allah SWT yang juga bermakna berdosa orang yang melanggar aturan lalu lintas,” jelas Sekjen PB NW TGH. Hasanain.

“Dari NTB kita dulu menginisiasi Fiqih Anti Korupsi, Fiqih Lingkungan, Fiqih Wanita maka dari NTB juga kita mulai gaungkan Fiqih Jalan Raya. Saya berikan singkatan FIJAR (Fiqih Jalan Raya). Kita akan Libatkan para ulama untuk menyusun ini dan kita berharap nanti menjadi pelajaran di sekolah maupun di lembaga pendidikan lainnya,” tambahnya dengan semangat.

Ketua NU NTB Prof Dr Masnun menyampaikan bahwa Fiqih Jalan Raya ketentuan hukum tentang tata tertib di jalan raya. Tertib jalan raya itu bagian dari ketaatan kita kepada perintah agama.

“Saya berharap nanti, para ahli menyusun panduan tentang Fiqh Jalan Raya ini,” terangnya dihadapan ratusan peserta Talk Show.

Dalam acara tersebut, Ditlantas Polda NTB menyiapkan door prize bagi para peserta yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para pembicara. Ketua Bhayangkari Daerah NTB Ibu Ny Risna Achmat Juri memberikan hadiah kepada peserta yang beruntung. Dalam statemen akhirnya, istri dari Bapak Kapolda NTB Irjen Pol Achmat Juri M.Hum ini menyampaikan akan mengadakan lomba penulisan artikel tentang Fiqh Jalan Raya.

“Kepada para peserta yang hadir, menindaklanjuti hasil Talk Show ini, kami akan mengadakan Lomba penulisan artikel ilmiah tentang Fiqh Jalan Raya. Kami akan menyiapkan hadiah bagi para pemenangnya,” sebut Ibu Risna Achmat Juri disambut meriah para peserta yang didominasi oleh para mahasiswa tersebut.(red)

LEAVE A REPLY