Antisipasi Gempa Susulan, Polantas Evakuasi Wisatawan ke Bandara

0

Kabarlombok.com – Lombok Utara

Gempa besar dengan magnitude 7,0 Skala Richter mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Minggu petang, 5 Agustus 2018. Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi, pusat gempa 7,0 SR berada di daratan yakni pada titik koordinat 8.37 Lintang Selatan 116.48 Bujur Timur, pada kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut memberi dampak pada keberadaan wisatawan lokal dan mancanegara yang berada di beberapa destinasi wisata seperti Gili Trawangan, Senggigi, dan beberapa tempat lainnya. Tumpukan wisatawan yang berharap bisa segera sampai bandara tampak resah.

Satuan Lalu Lintas Resort Lombok Utara kemudian memerintahkan mobil – mobil dinas maupun patroli untuk membantu para wisatawan yang ingin ke Bandara (Lombok Internasional Airport).

“Pelabuhan Bangsal maupun di Gili Trawangan, wisatawan maupun masyarakat banyak yang ingin bepergian karena khawatir akan gempa susulan. Semua kendaraan dinas kita pakai untuk angkut mereka. Dan juga untuk support evakuasi korban yang di bawa ke Rumah Sakit,” terang Iptu Agus Pujianto Kasatlantas Lombok Utara di Tanjung pada Senin (6/8).

Sementara itu Kasatlantas Polres Lombok Barat AKP Lalu Panca juga memerintahkan mobil dinas Satlantas Lombok Barat untuk mengangkut wisatawan di wilayahnya ke bandara.

“Beberapa mobil patroli kita gunakan untuk evakuasi korban dan mengangkut wisatawan yang hendak ke Bandara. Suasana pasca gempa membuat para wisatawan ingin meninggalkan Lombok. Mudahan keadaan ini segera berlalu,” ujar AKP Lalu Panca.

Untuk diketahui data sementara dari
Pusat Data Informasi dan Humas BNPB hingga 6/8/2018 pukul 10.00 WIB, tercatat 91 orang meninggal dunia, 209 orang luka-luka, ribuan jiwa masyarakat mengungsi dan ribuan rumah rusak. Diperkirakan jumlah korban dan kerusakan akibat dampak gempa akan terus bertambah. Pendataan masih terus dilakukan oleh aparat.

Ribuan pengungsi tersebar di banyak tempat. Belum semua pengungsi memperoleh bantuan. Pengungsi masih berada di lapangan dan di halaman rumahnya sebagai pengungsi mandiri. Penanganan terkendala beberapa hal yaitu terbatasnya alat berat, luasnya daerah yang terdampak, listrik padam di Lombok Utara dan Lombok Timur, saluran komunikasi mati, rusaknya jembatan di tiga tempat yaitu jembatan Tampes, jembatan Lokok Tampes dan jembatan Luk yang menyebabkan aksesibilitas terganggu, terbatasnya ketersediaan logistic dan lainnya.

Upaya penanganan terus dilakukan. Masa tanggap darurat penanganan dampak gempa telah diperpanjang hingga 11/8/2018 baik di Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur. Tambahan personil dan logistik terus dikirimkan. BNPB mengirimkan 21 ton bantuan logistik dan peralatan melalui cargo. Dua helikopter BNPB juga diperbantukan untuk penanganan darurat. Hingga berita ini diturunkan TNI telah memberangkatkan 3 pesawat Hercules C-130 untuk mengirim satgas kesehatan dengan membawa obat-obatan, logitik, tenda, dan alat komunikasi. KRI dr Suharto juga diberangkatkan dari Surabaya ke Lombok untuk dukungan kapal rumah sakit. Sementara itu Basarnas mengirimkan personil, helikopter, kapal dan peralatan untuk menambah kekuatan operasi SAR. Polri mengirimkan personil, tenaga medis dsn obat-obatan dan 2 helikopter. Kementerian Pariwisata mengaktivasi Tim Crisis Center untuk memantau kondisi wisatawan. Dan Kementerian Pu Pera menggerakkan alat berat, menambah air bersih dan sanitasi. Serta Kementerian/Lembaga dan NGO mengirimkan personil dan bantuan.

Berdasarkan pantauan kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan khususnya makanan siap saji, air mineral, air bersih, tenda, terpal, tikar, selimut, pakaian, makanan penambah gisi, layanan trauma healing, dapur umum, obat-obatan, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. (bn)

 

LEAVE A REPLY