Anak NTB Ditawarkan Beasiswa ke China

0

Kabarlombok.com – Mataram

Anak-anak muda NTB memiliki kesempatan besar kuliah di China. Hal ini disampaikan Andre So
Koordinator Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) kepada Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah. Andre So yang datang didampingi oleh Direktur Lombok Post Grup Alfian Yusni mengatakan,
biaya hidup di China cukup murah, sebulan hanya butuh Rp 2 juta. Melalui lembaga yang dibangun bersama Dahlan Iskan ini memberikan beasiswa S1, S2, dan S3.

“Kalau pendidikannya gratis, untuk S2 dan S3 malah mendapat biaya hidup,” katanya.

“Tinggal kalau S1 yang diperlukan uang bulanan, itu Rp 2 juta,” sambungnya.

Disana, lanjut Andre So, beragam kampus dan jurusan bisa dipilih oleh anak muda NTB. Mulai dari jurusan ekonomi, teknik sipil, kedokteran, perkeretaapian, serta penerbangan.

“Ada juga desain dan perkapalan. Ada 120 jurusan,” imbuhnya.

Di China, imbuhnya, S2 teknik sipil, enginering, dan perminyakan juga cukup maju. Pemprov NTB diharapkan mengambil kesempatan ini, supaya membawa manfaat bagi daerah.

“Nanti pemprov akan mendapat hasil tiga tahun,” ucapnya.

Kedatangan ke NTB, ujarnya, menyasar ke ponpes. Anak-anak pondok sudah biasa mandiri. Soal makanan, makanan halal banyak di China.

“Nanti bisa juga ada program yang dimasukkan seperti pariwisata,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik beasiswa ke China. Ia mengungkapkan, untuk kerjasama dengan Pemprov NTB dalam pengiriman anak muda yang belajar ke China tidak akan mengandalkan
APBD. Bisa diupayakan untuk cari donasi.

“Kalau APBD paling diarahkan untuk IELTS maupun TOEFL. Untuk menyekolahkan akan cari donasi, jelas butuh untuk anak-anak di NTB belajar di China,” katanya saat menerima¬†Andre So
Koordinator Indonesia Tionghoa Culture Centre di Mataram pada Senin (22/10).

Disebutkan, untuk mengirim anak belajar, orang tua jelas mengeluarkan biaya. Sekolahin anak pun di Jawa juga butuh uang. Dikatakan, selain mengirim anak muda NTB belajar ke China, bagus ada kerjasama mengajar dengan China.

“Perlu juga mencari pangsa pasar di NTB yang sesuai dengan pendidikan di China. Bisa bermanfaat di NTB seperti elektro, teknik mesin, lingkungan, ataupun pariwisata,” bebernya. (bn)

LEAVE A REPLY