ALUMNI GONTOR NTB HARAMKAN GOLPUT DI PILKADA NTB

0

 

Kabarlombok.com, LOBAR – Pondok Modern Darussalam Gontor, sebagai sebuah lembaga Pendidikan Modern, telah menghasilkan banyak alumni yg tersebar ke seluruh penjuru nusantara bahkan dunia. Beberapa dari mereka ada yang menjabat di kantor pemerintahan, BUMN, Swasta dan banyak lagi yang lain.

Di NTB tercatat 1.417 Alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pondok Modern ( IKPM) Gontor jika dihitung dari tahun 1968- 2018 yang tersebar di seluruh NTB. Sedangkan jumlah pondok yg dipimpin alumni Gontor tersebut sebanyak 18 Ponpes dengan kekuatan santri/alumni dan keluarga dari pondok pondok tersebut kurang lebih 14.875 orang.

Selain konsen pada bidang pendidikan, Sosial, Dakwah dan Ekonomi, ada juga yang mengambil jalur politik. Sebut saja KH. Zulkifli Muhadli di KSB, TGH. Muslih Khalil, Abdul Qadir Jaelani, ust Sarimah di Lombok Barat, H Abdul Malik di Mataram, H Abrorni Luthfi di Lombok Timur.

Dalam menyikapi Pilkada Serentak di NTB tahun ini, Ahad (29/4) diadakan pertemuan khusus di Ponpes Darul Hikmah NW Tanak Beak, yang dihadiri pengurus inti dan beberapa pimpinan ponpes alumni alumni Gontor. IKPM Gontor Lombok, melalui Ketuanya TGH. Khalilurrahman, M.Ag menyampaikan beberapa pernyataan sikap terkait pilkada serentak diantaranya :

1. Motto Pondok Modern Gontor adalah berada dan untuk semua golongan. Karenanya secara lembaga, IKPM Gontor tidak mendukung salahsatu pasangan calon baik di tingkat propinsi maupun kabupaten/kota.

2. Memberikan keleluasaan sepenuhnya kepada semua santri/alumi Gontor NTB untuk memilih sesuai dengan keinginannya.

3. Ikut serta mendukung dan mensukseskan penyelengaraan Pilkada dengan melakukan sosialisasi secara massiv kepada santri/alumni / keluarga dan jamaah untuk tidak golput dan menyalurkan hak pilih secara proporsional.

4. Menolak kapitalisasi suara pesantren maupun lembaga agama utk kepentingan politik sesaat.

Himbauan ini kata dia diterbitkan setelah melalui diskusi dan debat yg alot selama hampir 3 jam mengingat banyaknya tokoh Gontor dan pimpinan pondok yg berbeda kepentingan. (bn)

LEAVE A REPLY