Akhirnya H Hamja Dilaporkan ke Polda NTB

0

Kabarlombok.com- Mataram. Tim Pembela Pahlawan Nasional akhirnya melaporkan mantan Ketua Fraksi Gerindra DPRD NTB H Hamja ke Polda NTB lantaran diduga melakukan tindak pidana penghinaan terhadap penganugrahan gelar Pahlawan Nasional kepada Maulana Syekh TGKH M. Zainudin Abdul Madjid, Kamis (15/11).

H Hamja dilaporkan Tim Pembela Pahlawan Nasional lantaran diduga melakukan tindak pidana penghinaan yang tertuang pada Pasal 310 dan 311 KUHP. Selain itu, Ia juga dilaporkan lantaran diduga melanggar Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), karena pernyataan kontroversialnya dimuat dalam salah satu media online di NTB.

Dua orang pelapor yang menjadi inisiator Tim Pembela Pahlawan Nasional yakni Ketua Pimpinan Pusat Pemuda NW, DR. Muhammad Halqi   dan Ketua Pimpinan Pusat HIMMAH NW, Saiful Fikri serta didamping pengacaranya mendatangi Polda NTB. Laporan diterima langsung Sekretaris Pribadi Wadir Reskrimum Polda NTB, Muhammad Jayadi.

Menurut salah satu Kuasa Hukum Pelapor, Karmal Maksudi berdasarkan laporan pengaduan, ada lima poin yang menjadi keberatan Tim Pembela Pahlawan Nasional yaitu, H Hamja sebagai terlapor telah melakukan penghinaan terhadap pemberian gelar Pahlawan Nasional sarat dengan muatan politis, terlebih saat ini NTB dipimpin oleh cucu Maulana Syekh TGH M. Zainul Majdi.

Sedangkan point kedua, terlapor menyatakan bahwa mulusnya pengusulan gelar pahlawan tersebut lantaran ada deal politik untuk kepentingan pemilu, baik pilkada serentak 2018 maupun Pilpres 2019. “Tampak kental nuansa politiknya jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019,” kata Karmal.

Untuk point tiga dan keempat, menurut Karmal, terlapor telah menyatakan ada sekenario politik di balik pemberian gelar pahlawan nasional terhadap TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid itu. Selain itu, pernyataan yang paling merendahkan dan sangat kental nuansa penghinaan menurut Tim Pembela Pahlawan Nasional yakni perjuangan yang dilakukan Maulana Syekh tidak pantas untuk diberi gelar Pahlawan Nasional karena hanya tingkat lokal, hanya tingkat desa saja.

“Ini merupakan sikap pelecehan dan penghinaan kepada Perjuangan Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sehingga sangat menyinggung dan menyerang kehormatan keluarga besar Almagfurullah Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, Nahdalul Wathan (NW), dan ribuan murid-murid beliau dan masyarakat NTB,” ujarnya menjelaskan poin keempat.

Sedangkan yang terakhir, H Hamja dilaporkan karena menuding sikap pemerintah NTB cenderung hanya mementingkan kelompok tertentu di NTB.

Sementara itu, pengacara lainnya Herman Saputra saat dihubungi kabarlombok.com mengatakan agar kasus penghinaan terhadap Maulana Syekh tidak melebar kemana-mana yang akhirnya dapat menganggu kondusifitas di NTB, “Kami melaporkan sebagai upaya kasus ini clear di mata hukum,” kata Herman.

Saat ditanya apakah ada batas waktu dalam proses pengaduannya, Herman menyerahkan semua proses-prosesnya kepada kepolisian,” Polisi telah memiliki prosedur penangannya dari tingkatan penyidikan, penyelidikan hingga penyerahan ke kejaksaan,” pungkasnya. (ko

 

LEAVE A REPLY