20 Kiter Dunia Ramaikan Kaliantan Kite Festival

0

“Kawasan Pantai Tampah Bole adalah sport Kite surfing terbaik di Indonesia. Selain di Tampah Bole, olah raga ini ada juga di Banyuangi ” Kata Samuel salah seorang peserta Kaliantan Kite Festival asal Eropa. Menurut Samuel, Lokasi Tampah Bole lebih menarik karena memiliki rentang waktu lebih panjang yaitu antara lima sampai enam bulan. Sementara di Banyuangi, olahraga selancar yang ditarik oleh layang-layang ini hanya bisa dinikmati selama dua bulan. “Cuaca dan pantai di Tampah Bole lebih mendukung. Di sini kita berselancar lebih lama karena cuaca atau angin yang memungkinkan untuk olahraga Kite Surfing berlangsung selama enam bulan” ujar Samuel kepada para wartawan yang menyakiskan event tadi siang. Kaliantan Kite Festival merupakan rangkaian kegiatan Bulan pesona Lombok Sumbawa yang difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tahun ini adalah tahun ke dua festival sejenis difasilitasi pemerintah. Salah satu tujuannya adalah mendorong peningkatan angka kunjungan wisatawan meuju berbagai destinasi di wilayah NTB. Ana, salah seorang panitia even tersebut, mengatakan bahwa terjadi peningkatan jumlah pesrta tahun ini. Para peserta berasal dari sepuluh negara. Kegiatan ini di buka oleh kabid destinasi dinas pariwisata provinsi NTB. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada kelompok sadar wisata, yang telah mulai menjadi bagian dari perlaksaan kegiatan tersebut. “Kegiatan ini merupakan atraksi yang sangat potensial dan perlu dikembangkan di waktu yang akan datang. Di Lombok Timur kita mengenal banyak sekali potensi wisata seperti pantai Pink, serta Kaliantan. Kedepan kita juga perlu memikirkan bagaimana agar destinasi Kaliantan ini, menjadi lebih ramah untuk para wisatawan, ujar kabid destinasi. Usai memberikan sambutan beliau didampingi kapolsek, camat dan kepala desa melakukan pemukulan gendang beleq, menandai dibukanya event yang dilaksanakan selama dua hari tersebut. Pembukaan even ini dimeriahkan dengan Tari Kembang Selatan, oleh sanggar Kembang Selatan Jeroaru. Selain tarian tampil pula gendang beleq. Saat tarian gendang beleq para undangan dan peserta tampak antusias menyaksikan para penari mengajak hadirin untuk ikut ngibing, di arena. Beberapa peserta memberikan saweran kepada penari. Peresean tak kalah menariknya. Para pepadu cilik juga tampil memukai para undangan yang hadir siang itu. Setelah upacara pembukaan ditutup, para peserta diajak untuk ke pantai menyaksikan para kiter beraksi dengan layang layang dan papan selancarnya. Setiap harinya ada puluhan kiter menikmati berselancar dikawasan pantai berpasir putih itu. Dari sisi jumlah kiter, sebagian besar merupakan tamu dari manca negara, hanya sepuluh persen saja warga lokal.

LEAVE A REPLY